Menuju Aceh Tengah Smart City, Shabela Teken MoU Dengan APJII

Kategori : Pemerintahan Selasa, 30 Juli 2019

Liputan : Fathan Muhammad Taufiq

Bupati Aceh Tengah bersama Menteri Kominfo dan Walikota Banda Aceh

Smart City atau Kota Cerdas meruakan sebuah visi pengembangan perkotaan untuk mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan teknologi Internet Terapan atau Internet of Thing (IoT) dengan cara aman untuk mengelola asset kota atau daerah. Asset ini meliputi sistem informasi instansi pemerintahan daerah, pelayanan pendidikan, perpustakaan, sistem tarnsportasi, pelayanan kesehatan, penyediaan tenaga listrik, penyediaan air bersih, pengelolaan limbah/sampah, penegakan hokum, dan layanan sosial lainnya.

Konsep Smart City bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informatika untuk meningkatkan efisiensi dalam pelayanan kepada masyarakat. Teknologi informasi dan komunikasi yang efektif, memungkinkan pejabat public untk berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap saat, memantau kegiatan pembangunan dan permasalahan sosial ekonomi yang terjadi di tengah masyarakat.
Untuk mengembangkan sebuah smart city, dibutuhkan pengintegrasian sistem informasi dengan penyempurnaan akses internet terapan sehingga masyarakat dapat dengan mudah dan cepat bisa memanfaatkan layanan informasi tersebut untuk keperluan mereka masing-masing. Smart city saat ini sudah menjadi model pelayanan pemerintah kota atau daerah untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses keperluan mereka.
Itulah sebabnya, pengembangan smart city terus dipacu oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) agar semua kota dan kabupaten di Indonesia mampu menerapkan konsep kota cerdas ini. Untuk tahap pertama, Kementerian Kominfo telah meluncurkan program “100 Smart City” bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas dan Kantor Staf Kepresidenan RI. Program tersebut bertujuan mendorong pemerintah daerah untuk membangun smart city di daerahnya melalui bantuan teknis penyusunan master plan smart city agar semua daerah mampu mengoptimalkan teknologi informasi untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Daerah-daerah yang sudah menerapkan smart city, nantinya akan menjadi daerah maju, karena roda perekonomian akan bergulir lancar dan melahirkan iklim yang sehat untuk investasi.


Kabupaten Aceh Tengah menuju Smart City.
Untuk provinsi Aceh, satu-satunya pemerintah daerah yang sudah menerapkan konsep Smart City adalah Kota Banda Aceh. Kota yang saat ini dipimpin oleh Walikota Aminullah Amin ini akhirnya menjadi rujukan bagi kabupaten/kota di provinsi Aceh untuk model pengembangan smart city. Sebagai kota percontohan, pemerintah kota Banda Aceh juga membuka diri untuk memnfasilitasi pengembangan smart city di daerah lain di provinsi ini.
Salah satu kabupaten yang sangat antusias dan pro aktif untuk dapat segera menerapkan konsep smart city adalah kabupaten Aceh Tengah. Sejak beberapa bulan terakhir, Kepala Dinas Kominfo Aceh Tengah, Khairuddin Yoes, ST, MM aktif melakukan pendekatan dengan pemerintah kota Banda Aceh untuk dapat mengadopsi konsep smart city yang telah diterapkan di kota ini. Meski diakui bahwa infrastruktur TIK di kabupaten Aceh Tengah masih sangat minim, namun Yoes optimis bahwa daerahnya akan mampu menerpakan konsep smart city dengan berbagai pola kerjasama dengan pihak=pihak yang berkompeten. Kegigihan Kepala Dinas Kominfo dalam melakukan penjajakan ini karena ketika smart city mulai berjalan, instansi inilah yang akan menjadi leading sectornya, Secara struktural, Dinas Kominfo merupakan instansi otonom yang bertanggung jawab penuh atas penguasaan teknologi informasi dan komunikasi di daerah.


Shabela teken MoU pengembangan Aceh Tengah Smart City
Untuk merealisasikan keinginan segera membangun smart city di Kabupaten Aceh Tengah, hari ini, Selasa (30/7/2019), Bupati Aceh Tengah menanda tangani Memorandum of Understanding pengemangan smart cuty di kabupaten Aceh Tengah dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Penanda tanganan MoU yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota Banda Aceh ini, berlansung di kantor Walikota Banda Aceh tadi pagi.

Bupati Aceh Tengah menyerahkan cenderamata kepada Menteri Kominfo

Dalam naskah MoU yang dianda tangani oleh Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar dan Ketua Asosiasi Pengelola Jasa Internet Indonesia, Jamalul Izza disebutkan bahwa lingkup kerjasama ini meliputi penyediaan layanan intranet, internet dan solusi teknologi informasi, serta komunikasi untuk mendukung implementasi gerakan menuju Aceh Tengah Smart City.
Penandanganan MoU tersebut menjadi momentum penting bagi kabupaten Aceh Tengah yang akan menjadi daerah kedua dalam pengembangan smart city setelah kota Banda Aceh. Momentum kerjasama ini juga mendapatkan apresiasi khusus dari Menteri Kominfo, Rudyantara yang turut hadir menyaksikan penanda tanganan MoU tersebut. Selain Menteri Kominfo, turut hadir menyaksikan penanda tangangan Mou tersebut, Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, Kepala Dinas Kounikasi, Informatika dan Persandian Aceh, Marwan Yusuf, Kepala Dinas Kominfo Aceh Tengah, Khairuddin Yoes yang didampingi oleh Sekretaris, Maimun, ST dan Kepala Bidang E Govermen, Zulfikar Ahmad, ST.

Bupati Aceh Tengah bertukar cenderamata dengan Walikota Banda Aceh

Usai melakukan penanda tangangan MoU, Shabela menyatakan bahwa ini sebuah tantangan berat bagi pemerintah kabupaten Aceh Tengah untuk mewujudkan smart city, namun beliau optimis gerakan menuju Aceh Tengah Smart City ini akan terwujud dengan kesiapan sumber daya manusia lingkup Kominfo dan dukungan kerjasama dari para pihak terkait.
“Smart city ini hal baru bagi kita, tentu merupakan tantangan berat bagi kita untuk mewujudkannya, tapi saya optimis, sumberdaya manusia kita siap untuk merealisasikannya, apalagi ada dukungan dari para pihak terkait, termasuk dukungan pak Menteri dan pak Walikota” ungkap Shabela.
Sementara itu, Menteri Kominfo, Rudyantara menyambut baik kerjasama pengembangan smart city di kabupaten Aceh Tengah ini. Menurutnya ini sebuah langkah maju dari pemerintah daerah stempat untuk mempercepat laju pembangunan di daerahnya.
“Kami sudah mencanangkan 100 smart city di seluru Indonesia, khususnya di kota-kota besar, tapi Aceh Tengah sudah membuat terobosan maju dengan kerjasama pengembangan smart city ini, kami sangat mengapresiasi dan akan memberikan dukungan penuh pada program ini” tegas Rudyantara.
Sejak dilantik menjadi Kepala Dinas Kominfo Aceh Tengah, awal tahun 2019 lalu, Khairuddin memang sangat aktif melakukan terobosan dan menjajaki kerjasama dengan berbagai pihak untuk mendukung kinerjanya di Dinas Kominfo. Sebelumnya, upaya penjajakan kerjasama telah dilakukan dengan pemerintah kabupaten Bokonegoro, dan minggu yang lalu, kesepakatn kerjasama juga telah dijalin dengan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara.
Semoga kerjasama ini akan mempercepat terwujudnya Aceh Tengah Smart City.