Kontingan Aceh Tengah Unjuk Prestasi di Ajang Expo Ternak Aceh ke 10

Kategori : Peternakan Minggu, 14 Juli 2019

Laporan reporter : Fathan Muhammad Taufiq

Plt. Gubernur Aceh menyerahkan hadiah juara umum Expo Ternak Aceh ke 10 tahun 2019

Abdya (acehtengahkab.go.id) - Kontingen Expo Ternak dari kabupaten Aceh Tengah yang diketuai oleh Kabid. Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Hulfah, MP dan koordinator, Sukarman patut berbangga dengan capaian prestasi yang diraih dalam Expo Ternak Se Provinsi Aceh ke 10 yang di gelar di Lapangan Pulau Kayu, Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya). Meski belum berhasil menggondol gelar juara umum, namun torehan prestasi yang diraih oleh kontingen Aceh Tengah tidaklah main-main, tiga gelar juara pertama diraih oleh kontingen ini ditambah gelar juara kedua dan ketiga dalam beberapa kategori.
Sesuai informasi yang kami terima dari koordinator kontingen, Sukarman, kabupaten Aceh Tengah berhasil menyabet gelar 4 gelar juara pertama kategori Kerbau Kelas Bebas, Sapi Bali Jantan, Kuda Lokal dan Kambing Peranakan Ettawa (PE). Sementara gelar juara kedua untuk kategori Sapi Bali Betina, Sapi Simental dan juara kedua Stand Pameran terbaik juga diraih oleh kontingen ini. Tak hanya itu, untuk kategori Dokter Hewan Berprestasi, kabupaten Aceh Tengah berhasil meraih predikat ketiga, dan satu gelar juara harapan I diraih dari kategori Sapi Aceh Betina.
Menurut Sukarman, capaian tahun ini lebih baik dibandingkan dengan Expo Ternak Aceh tahun lalu di Kabupaten Gayo Lues.

Stand Pameran Kabupaten Aceh Tengah dalam Expo Ternak Aceh 

“Alhamdulillah, capaian tahun ini lebih baik dari capaian pada expo ternak tahun lalu, meskipun belum bisa menyabet gelar juara umum, kami merasa bersyukur bisa membawa pulang beberapa gelar juara dalam expo tahun ini” ungkap Sukarman.
Keberhasilan ini, kata Sukarman, berkat kerjasama dan kekompakan yang baik dari seluruh anggota kontingen serta kesiapan ternak yang diikut sertakan dalam kontes ini.

Produktivitas ternak sapi di Aceh meningkat.


Expo Ternak se Provinsi Aceh tahun 2019 yang digelar bersamaan dengan pelaksanaan Bulan Bakti Peternakan ini dilaksanakan di kabupaten Abdya sejak 10 Juli 2019 yang lalu dan hari ini (Minggu, 14 Juli 2019) resmi ditutup oleh Plt. Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT didampingi oleh Bupati Abya, Akmal Ibrahim dan Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh. Rahmandi, M Si. Dalam Expo Ternak yang merupakan agenda tahunan Dinas Peternakan Aceh ini, tampil ratusan ternak dari seluruh kabupaten/kota se provinsi Aceh. Tampil sebagai juara umum dalam expo ternak tahun 2019 ini, tuan rumah Aceh Barat Daya.
Ketika menutup kegiatan Expo Ternak Aceh ke 10 siang tadi, Plt. Gubernur Aceh memberikan apresiasi terhadap para pelaku peternakan di Aceh. Menurutnya produktivitas ternak khususnya sapi di provinsi Aceh mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
“Inovasi di bidang peternakan semakin bagus, kita patut memberikan apresiasi” ungkap Nova.
Lebih lanjut Nova juga mengungkapkan, salah satu faktor pendukung meningkatnya produktivitas ternak sapi adalah keberhasilan dalam melaksanakan Inseminasi Buatan (IB).
“Hasil inseminasi buatan tahun 2018 lalu mencapai 52.215 ekor, jika dikonversikan dalam rupiah, maka pendapatan peternak dari hasil IB ini mencapai sekitar 126 milyar rupiah, sementara anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah hanya 21 milyar” lanjutnya
Dengan capaian tersebut, Aceh berhasil menjadi provinsi terbaik ketiga dalam pelaksanaan program IB secara Nasional. Nova berharap, dengan capaian prestasi seperti ini, pemerintah pusah lebih memberikan perhatian terhadap pembangunan peternakan di Aceh.
Sementara itu, Direktur Pakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Sri Widayati yang hadir dalam expo tersebut mewakili Kementerian Pertanian, berharap agar angka tersebut semakin meningkat pada tahun 2019 ini.
“Untuk wilayah Sumatera, Aceh merupakan penghasil ternak sapi terbesar kedua setelah Sumatera Utara, dari data statistik yang kami peroleh dari BPS, jumlah populasi ternak sapi di seluruh aceh mencapai 672 ribu ekor” ungkap Sri.
Sri sangat optimis bahwa jumlah pop[ulasi tersebut akan terus mengalami peningkatan, mengingat di Aceh tersedia lahan yang sangat luas untuk pengembangan ternak sapi, disamping itu iklim dan topografi wilayahnya juga sangat mendukung usaha peternakan.
“Aceh punya lahan peternakan yang sangat luas dan iklim serta topgrafi wilayahnya juga sangat mendukung usaha peternakan sapi, saya optimis, populasi sapi di Aceh akan terus meningkat di masa yang akan datang” pungkasnya.