Resmikan Operasional Kantor, BPMA Ajak KKKS Berkantor di Aceh

Kategori : Pembangunan Rabu, 09 Januari 2019

Banda Aceh – Plt Gubernur Aceh meresmikan penggunaan kantor Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) pada Senin, 7 Januari 2019. Peresmian yang dilakukan oleh Dr Iskandar, Staf Ahli Gubernur Aceh, sekaligus melakukan peninjauan ke ruangan kerja di gedung BPMA yang beralamat di Jalan Stadion H Dimurthala, Banda Aceh ini.

Peresmian kantor BPMA hari ini, adalah untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa transfer tata kelola migas Aceh dilakukan secara bertahap dari SKK Migas kepada BPMA dalam tahun ini. Berdasarkan PP 23 tahun 2015, BPMA berwenang sebagai pengatur tata kelola industri migas di darat Aceh hingga 12 mil laut di lepas pantai (off shore). 

Selaku regulator, seluruh pegawai BPMA pro aktif dalam mengikuti kegiatan transfer knowledge terkait aturan hukum, manajerial, dan pelaksanaan pengelolaan kegiatan operasi produksi yang selama ini dikelola oleh SKK Migas ke BPMA. 

Untuk peningkatan produksi dan pengembangan lapangan, BPMA saat ini masih menunggu approval dari Kementerian ESDM untuk Plan of Development (POD) Blok Peusangan B dengan operatornya adalah Zaratex. Setelah adanya persetujuan dari kementerian ESDM maka selanjutnya Zaratex akan melakukan pemboran eksplorasi di lepas pantai Lhokseumawe.

Untuk membantu meningkatkan pendapatan daerah, Azhari Idris, Plt Kepala BPMA mengajak Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) agar bergegas cepat untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam Participating Interest (PI) dari setiap KKKS operator wilayah kerja yang beroperasi di Aceh. Dan ini harus segera dilakukan karena hasil dari PI tersebut akan membantu meningkatkan peningkatan perekonomian Aceh. 

Salah satu perusahaan daerah yang telah mendapatkan hak kelola PI di Aceh adalah Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) dimana PI tersebut ditawarkan oleh PT Triangle Pase Inc kepada PDPA setelah POD I yang pertama disetujui. 

 

 

 

 

Sosial

Sholat

Kota: Takengon
Lat: 4.62
Lng: 96.84