Tingkatkan Kinerja PPID, Diskomintel Aceh Gelar Rakornis di Takengon

Kategori : Pelayanan Publik Rabu, 10 Oktober 2018

Menyatukan persepsi bagi para Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dari seluruh wilayah provinsi Aceh dalam meberikan pelayanan informasi publik, selama dua hari ini, Rabu dan Kamis ( 10-11 Oktober 2018) Dinas Komunikasi, Telematika dan Persandian Aceh, menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) PPID Aceh bertempat di Hotel Bayu Hill, Takengon. Acara yang diikuti oleh 46 PPID Utama dan PPID Pembantu dari 23 Kabupaten/Kota se provinsi Aceh dan 10 PPID terpilih dari jajaran SKPA ini dibuka tadi pagi oleh Asisten Administrasui Umum Setdakab. Aceh Tengah, Drs. Rijaluddin, MM, mewakili Bupati Aceh Tengah.
Dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten III tersebut, Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar mengungkapkan perlunya penguatan kelembagaan PPID dalam rangka optimalisasi pelayanan informasi publik untuk mencapai pemerintahan yang bersih, tranparan dan akuntabel. Lebih lanjut Bupati menyatakan bahwa saat ini masyarakat semakin kritis terhadap informasi yang disampaikan oleh pemerintah, sehingga pelayanan informasi kepada masyarakat harus semakin terbuka dan akuntabel.
“Kontrol sosial dari masyarakat berupa kritik kunstruktif memang dibutuhkan sebagai penyeimbang, ini menjadi tantangan bagi PPID untuk mampu memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat di bidang data dan informasi sehingga tidak terjadi miskomunikasi dan gap antara pemerintah dengan masyarakat, ini penting untuk menjaga stabilitas pembangunan di daerah” ungkap Rijaluddin yang membacakan sambutan Bupati.
Untuk itu Bupati Aceh Tengah menghimbau agar PPID di semua jajaran pemerintah dapat bekerja maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada publik sebagai implementasi dari Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kumunikasi, Telematika dan Persandian Aceh yang diwakili oleh Kepala Bidang PLIT, Zal Supran, ST, M Si mengungkapkan bahwa saat ini seluruh informasi harus dibuka kepada publik, kecuali infiormasi yang sifatnya rahasia dan dikecualikan. Transparansi pemerintah pada saat ini menjadi hal yang sangat niscaya, karena keterbukaan inmformasi publik merupakan salah satu upaya untuk pencegahan dan pemberantasan korupsi. Lebih lanjut Zal mengungkapkan bahwa PPID memiliki tugas berat untuk mensukseskan Rencana Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, itulah sebabnya isu tersebut kemudian dijadikan tema dari Rakornis ini.
“Dengan adanya keterbukaan informasi publik, masyarakat memiliki kesempatan untuk memantau jalannya pemerintahan, dan ini dapat meminimalisir terjadinya tindak penyimpangan dan korupsi karena setiap kegiatan pemerintah dapat dipantau langsung oleh masyarakat” ungkap Zal.
Zal juga mengungkapkan bahwa salah satau cara efektif untuk menyampaikan informasi kepada publik adalah dengan memanfaatkan wbsite di instansi masing-masing, karena akan lebih mudah diakses oleh masyarakat yang saat ini rata-rata sudah familiar dengan perangkat teknologi informasi.
“Kami berharap penyebaran informasi melalui website lebih dioptimalkan, jangan sampai website yang sudah dibuat oleh setiap instansi justru tidak memuat informasi apapun, ini sangat fatal” ungkap Kabid PLIT Diskomintel Aceh yang juga mantan Kepala Dinas Kominfo Abdya ini.
Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Aceh Tengah, Harun Manzola, SE, MM yang bertindak sebagai tuan rumah sekaligus panitia penyelenggara, dalam laporannya mengakui bahwa sampai saat ini pelayanan informasi kepada publik saat ini belum optimal dan digelarnya Rakornis ini adalah sebagai salah satu upya untuk meningkatkan pelayanan infoprmasi publik oleh PPID yang sudah dibentuk pada semua instansi dan lembaga pemerintah pada semua strata pemerintahan. Harun berharap, semua peserta baik dari PPID SKPA maupun Kabupaten/Kota dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Rakornis ini, sehingga hasilnya dapat diterapkan di daerah masing-masing.
Selain pemateri dari Dinas Komiunikasi, Telematika dan Persandian Aceh, dalam Rakornis kali ini juga mengundang nara sumber pakar informasi publik dari Universitas Indonesia, Dr. Henny. S. Widyaningsih yang merupakan mantan komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) tahun 2009 sampai 2017.
Dalam acara pembukaan Rokornis tadi pagi, selain pserta dari provinsi dan 23 kabupaten/kota se Aceh, juga turut hadir para kepala SKPK Aceh Tengah terkait dan Kkepala RRI Takengon. Sementara tadi malam (9/10/2018), bertempat di Merabata Coffee, pakar informasi publik yang menjadi nara sumber dalam rakornis ini, didampingi para kabid dari Dinas Komintel Aceh dan Dinas Kominfo Aceh Tengah juga melakukan dialog interaktif yang disiarkan langsung oleh RRI Takengon.
Saat berita ini diturunkan, Henny S Widyaningsih sedang menyampaikan paparan dihadapan para peserta rakornis. Menurut pakar informasi publik ini, Aceh menjadi salah satu daerah yang menjdai perhatiannya, karena keterbukaan informasi publik di Aceh termasuk salah satu yang terbaik di Indonesia. (FMT)

 

Sosial

Sholat

Kota: Takengon
Lat: 4.62
Lng: 96.84