PENAS XV Segera Berakhir, Sumbar Tuan Rumah Berikutnya

Kategori : Pertanian Rabu, 10 Mei 2017

Besok, Kamis 11 Mei 2017, gelaran akbar petani nelayan seluruh Indonesia bertajuk Pekan Nasional (PENAS) XV yang selama sepekan ini digelar di Provinsi Aceh akan berakhir. Direncanakan even nasional ini akan ditutup secara resmi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, H, Yusuf Kalla di Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh.
Berbagai kegiatan terkait PENAS XV telah usai dilaksanakan oleh masing-masing bidang, mulai dari kegiatan Rembuk Tani Nelayan Nasional, Temu Karya Petani Nelayan, Temu Wicara, Temu Profesi Penyuluh dan Kongres Perhiptani, Asah Terampil, Pacuan Kuda Tradisional di tepi Pantai Lampuuk Lhoknga, Expo Ternak, Kontes Hortikultura dan Expo Pertanian serta Kunjungan Widya Wisata ke beberapa lokasi seperti Sabang, Jantho, Saree, Pidie Jaya, Aceh Tengah dan Bener Meriah. Beberapa kegiatan yang bersifat kontes telah menyelesaikan penilaian dan sudah ditetapkan para pemenangnya. Sementara penentuan Kontingen dan Stand Expo terbaik akan diumumkan pada saat acara penutupan besok.

Sumbar tuan rumah Penas berikutnya.
Even akbar petani nelayan ini akan kembali digelar tiga tahun mendatang atau tepatnya tahun 2020 yang akan datang. Penentuan tuan rumah PENAS XVI tahun 2020 telah disepakati dalam Rembuk Tani KTNA yang digelar di Anjong Mon Mata, Banda Aceh beberapa hari yang lalu. Secara aklamasi akhirnya Provinsi Sumatera Barat terpilih menjadi tuan rumah Pekan Nasional (Penas) XVI Petani Nelayan pada tahun 2020. Penantian Gubernur Sumbar Prof. DR. Irwan Prayitno selama tiga tahun akhirnya terwujud.
Impian gubernur yang pernah menjadi anggota DPR RI ini menjadi kenyataan setelah Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel) yang diwakili Sekda Babel, Dr. Yan Megawandi menyatakan pengunduran diri menjadi salah satu calon tuan rumah.
Sebelumnya ada lima kandidat yang ingin menjadi tuan rumah Penas XVI Petani Nelayan. Namun, dari lima kandidat tersebut, tiga gagal lolos seleksi karena belum mendapat dukungan dari gubernur setempat. Ketiga kandidat yang tidak mendapat dukungan gu¬bernurnya adalah, DKI Jakarta, Provinsi Bali, dan Kalimantan Selatan. Sedangkan dua provinsi lainnya, yakni Provinsi Babel dan Sumatera Barat sudah mengantongi surat dukungan dari gubernur.
Menurut Ketua Umum KTNA Winarno Tohir, kedua daerah yang telah mendapat dukungan dari gubernurnya masing-masing dan menyampaikan surat resmi kepada KTNA hanya dua yakni Provinsi Babel dan Sumbar. “Ka¬rena yang tiga tak ada surat resmi dari gubernurnya, ketiga provinsi tersebut (Jakarta, Bali, dan Ka¬limantan Selatan) dinyatakan tak memenuhi persyaratan,” ujarnya.
Kandidat Paling Kuat
Winarno mengakui, sejak awal memang Provinsi Sumbar merupakan kandidat tuan rumah PENAS XVI yang paling kuat. Selain telah dapat dukungan gubernur, Sumbar sejak tiga tahun lalu sudah mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah Penas XVI Petani Nelayan 2020.
“Dalam Rembug Utama tadi, gayung pun bersambut. Perwakilan KTNA di 34 provinsi dan Ketua KTNA di kabupaten/kota yang jumlahnya sekitar 1.500 orang secara musyawarah dan secara aklamasi menyetujui Provinsi Sumbar se¬bagai tuan rumah Penas XVI Petani Nelayan 2020 mendatang,” paparnya.
Gubernur Babel yang diwakili Sekda Babel, Yan Megawandi menyatakan legowo Sumbar men¬jadi tuan rumah Penas Petani Nelayan 2020. Sebab, Sumbar sudah siap untuk menjadi tuan rumah. “Kalau tak ada lawan se¬pertinya kurang seru. Tapi, setelah kita lakukan musyawarah maka saya serahkan agar Sumbar menjadi tuan rumah,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama Gubernur Sumbar, Prof. DR. Irwan Prayitno bangga daerah yang dipimpinnya bisa menjadi tuan rumah Penas yang akan datang. Mengingat, secara geografis Sum¬¬bar punya banyak kawasan per¬tanian yang bisa dikembangkan ke depan. Sumbar juga memiliki potensi perikanan dan kawasan wisata.
Bagi Irwan, Penas Petani dan Nelayan merupakan forum pertemuan petani nelayan dan petani hutan sebagai wadah ke¬giatan belajar mengajar, dan tukar menukar informasi. Irwan berharap. dengan adanya Penas di Sumbar dapat meningkatkan motivasi dan gairah petani nelayan dan petani hutan serta mampu men¬dorong pembangunan per¬tanian di Sumatera Barat.
Pembenahan Infrastruktur
Salah satu yang disiapkan adalah pembenahan infrastruktur pendukung seperti bandara udara, penginapan yang representatif dengan jumlah hotel sebanyak 300 buah dengan 6.847 kamar, hotel-hotel tersebut terletak di Kota Padang dan Bukit Tinggi.
Untuk mendukung pelaksa¬naan Penas XVI, Irwan mengatakan, seluruh kabupaten dan kota di Sumbar sudah terhubung dengan sarana transportasi dan jalan yang mulus beraspal. Sumbar juga memiliki banyak destinasi wisata yang disajikan untuk peserta Penas XVI. Misalnya, Jam Gadang, Pantai Padang, Pantai Nirwana, Ngarai Sianok, Air Terjun Tigo Tingkek, Jembatan Siti Nurbaya, Lembah Harau, Istana Pagar Ruyung, dan masih banyak lagi destinasi wisata di Sumbar.
Selain dukungan infratruktur, Irwan Prayitno mengatakan, Sumbar saat ini juga menjadi sentra pengembangan pertanian. Baik tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perkebunan, per¬ikanan maupun kehutanan. “Jadi, tak salah lagi jika peserta Penas XV Petani dan Nelayan di Aceh mendukung Sumbar menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang Penas XVI 2020 mendatang,” tutur Irwan Prayitno, di sela rembug utama, yang digelar di Pendopo Gubernur Aceh, belum lama ini.
Menurut Irwan, Sumbar me¬mang layak menjadi tuan ru¬mah Penas XVI karena 65% pen¬duduknya bergerak di sektor pertanian. Kontribusi sektor per¬tanian terhadap PDRB Sumatera Barat mencapai 24,84%. Dengan diselenggarakannya Penas di Su-matera Barat, Irwan berharap dapat meningkatkan motivasi dan gairah petani nelayan dan petani hutan. “Penas di Sumbar juga diharapkan mampu mendorong pembangunan pertanian dan peningkatan pendapatan masyarakat tani di Sumbar,” ujarnya.
Menurut Irwan, Sumbar meru¬pakan salah satu sentra produksi beras, jagung dan sayuran utama Indonesia. Sumbar terkenal se¬bagai penghasil buah eksotis seperti jeruk, durian, markisa, dan manggis. Sumbar juga menjadi sentra pengembangan sentra ter¬nak sapi pedaging dan sapi perah untuk Indonesia wilayah bagian barat dan produsen semen beku.
Di subsektor perikanan, Sum¬bar merupakan penghasil ikan tuna segar, kerapu dan nila. Sumatera Barat juga memiliki hutan dan hutan rakyat yang cukup luas dan terbaik di Indonesia, sebagai penghasil utama komodiri kayu gaharu dan rotan.
Data Dinas Pertanian, Sumbar memiliki luas sawah 236.874 ha dengan produksi padi 2,4 juta ton gabah kering giling (GKG), jagung 0,5 juta ton. Sumbar juga merupakan penghasil sayur-mayur dan buah-buahan. Sedangkan di sub sektor perkebunan, memiliki luas tanaman karet mencapai 172.188 ha, kelapa sawit seluas 178.385 ha dan kakao seluas 146.000 ha.
Sumbar juga memiliki kawas¬an hutan yang terdiri dari hutan lindung selas 792.372 ha, hutan suaka alam 770.050 ha, hutan produksi terbatas 233.148 ha, dan hutan produksi tetap seluas 397.270 ha. Sementara itu, untuk sektor perikanan luas areal per¬ikanan darat tercatat 17.059 ha dengan produksi 178.080 ha, dan perikanan laut mencapai 197.460 ton.
Irwan juga menyatakan Sumbar memiliki sarana dan pra¬¬sarana pertanian milik Kemen¬terian Pertanian, diantaranya Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Balai Penelitian Ternak Unggul dan Hijauan Makan Ter¬nak, Balai Pengkajian Penyakit Ternak, Balai Teknologi Pertanian, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Penyegar. “Sejumlah balai lingkup Kementerian Pertanian ini juga bisa menjadi daya dukung untuk persiapan kami sebagai tuan rumah pelaksanaan Penas XVI Petani dan Nelayan tahun 2020 yang akan datang” ungkap sang Gubernur “ Pada prinsipnya seluruh elemen masyarakat Sumatera Barat dengan semua sarana dan prasarananya sudah siap untuk tuan rumah” pungkasnya.(Fathan Muhammad Taufiq)

 

Sosial

Sholat

Kota: Takengon
Lat: 4.62
Lng: 96.84