Rumah Peradaban Gayo

Kategori : Penelitian Senin, 20 Maret 2017

Baskoro Daru Tjahjono Ketua Balai Arkeologi Sumatra Utara memberikan laporan pada pembukaan kegiatan Rumah Peradaban Gayo yang dilaksankan di gedung UMMI Takengon (20/03/2017), sementara kegiatan rumah peradaban Gayo tersebut dilaksanakan di Curut Mendale Kecamatan Kebayakan yang berlangsung dari 17 s/d 30 Maret 2017.

Rumah Peradaban Gayo ini digagasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan , Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Arkeologi Nasional, dan Badan Arkeologi Sumatra Utara dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

Baskoro juga mengatakan adapun rangkaian kegiatan dalam rumah peradaban Gayo ini di diantaranya adalah belajar bersama arkeolog diikuti 225 siswa SD, SMP dan SMA dengan 45 guru pendamping.

FGD (Forum Group Diskusi) diikuti oleh 30 orang peserta bertujuan untuk mencari masukan dari stakeholder terkait pengembangan penelitian selanjutnya. Kemudian kegiatan saresehan merupakan bentuk sosialisasi penelitian curut mendale kepada masyarakat yang diikuti 100 peserta.

Dalam Kegaiatan ini dilakukan pembuatan buku pengayaan dengan penyederhanaan bahasa agar mudah dipahami oleh para siswa, pembuatan film documenter arkeolog, dan peta digital.

Sementara itu I Made Gria, M.Si kepala Pusat Arkeologi Nasional menyampaikan ada tiga hal yang menjadi tujuan kegiatan rumah peradaban yakni mentransformasikan kebudayaan/peradaban masa lalu akan berguna bagi masa depan. Kemudian sebagai destinasi pendidikan , serta peraga pendidikan dengan membawa lansung siswa sekolah pada situs arkeologi yang ada di Aceh Tengah.

Drs. Khairul Asmara secara lansung membuka kegiatan Rumah Peradaban Gayo di gedung UMMI Takengon, beliau atas nama Urang Gayo mengucapkan terimakasih pada para peneliti telah mengungkap peradaban yang ada di tepi Danau Lut Tawar, semoga dengan rumah peradaban Gayo ini dapat menjadikan Aceh Tengah Sebagai dinasti pendidikan dan Pariwisata Aceh.

 

Sosial

Sholat

Kota: Takengon
Lat: 4.62
Lng: 96.84