Bupati Nasaruddin Buka Lokakarya Agrowisata Kopi di Takengon

Kategori : Pariwisata Sabtu, 23 Juli 2016

Takengon – Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin, MM membuka lokakarya agrowisata kopi di Takengon, Rabu (20/7/2016) di Oproom Setdakab Aceh Tengah.

Lokakarya yang berlangsung selama satu hari itu dilaksanakan oleh Bappeda Aceh bekerjasama dengan Bapedda Aceh Tengah.

Disampaikan Nasaruddin, jika agrowisata dapat terwujud banyak sektor yang dapat diangkat dan berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat.

“Kami menganggap kegiatan ini saatnya untuk dilaksanakan dalam mendukung agrowisata di Aceh Tengah, disamping semakin membaiknya sarana jalan dari dan ke wilayah tengah,” sebut Nasaruddin.

Disampaikan Nasaruddin, selain kondisi jalan Takengon-Biruen saat ini kondisinya semakin baik, disamping itu juga dengan terbukanya ruas jalan baru yang menghubungkan Bener Meriah, Aceh Tengah dan Lhokseumawe akan semakin membantu mobilisasi ekonomi masyarakat wilayah tengah dari dan keluar.

“Ruas jalan baru ini tentu semakin membantu masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah. Sepanjang 17 Km sedang dilakukan pengaspalan, jika ini selesai tentu akan semakin mempersingkat jalur tempuh ke Lhokseumawe,” ujarnya sambil menambahkan jika memakai jalan lama Takengon-Biruen membutuhkan waktu relatif lama.

Selain itu dalam waktu dekat kata Nasaruddin, wilayah tengah (Aceh Tengah dan Bener Meriah) akan didukung transportasi udara yang semakin baik. “Insya Allah jika tidak ada perubahan tanggal 1 Agustus 2016 nanti Bandara Rembele akan didarati pesawat berbadan sedang, sejenis ATR,” katanya.

Disamping beberapa jalur darat yang semakin membaik Nasaruddin juga menyampaikan, dalam waktu dekat juga akan dibuka jalur lintas tengah yakni jalan yang menghubungkan Takengon – Jantho (Aceh Besar).

“Dulu jalur ini terbentur dengan kawasan hutan lindung. Namun akhir tahun 2014 lalu jalur ini sudah dikeluarkan dari kawasan tersebut untuk seluas badan jalan yang dibutuhkan. Insya Allah dalam waktu dekat akan dimulai,” jelasnya.

Menurut Nasaruddin jalur lintas tengah yang menghubungkan kedua kabupaten itu sebelumnya sudah ada, hanya sepanjang 20 Km lagi yang merupakan jalan buntu antara Pameu dan Geumpang.

“Tidak jauh hanya 20 Km lagi yang perlu dikerjakan, sedangkan di Pidie dan di Aceh Tengah sudah ada jalan tinggal menghubungkan,” sebut Pak Nas.

Jika semua jalur darat dan udara semakin memadai, menurut Bupati Nasaruddin akan mendukung agrowisata di wilayah tengah dapat terwujud dengan baik.

“Kita berupaya jalur lintas wilayah tengah akan semakin ditingkatkan, mengingat potensi yang dimiliki cukup besar, apalagi kopi Gayo sudah dikenal di dunia,” ujarnya.

Sementara itu Aswar. S. Hut, MAP mewakili Kepala Bappeda Aceh menyebutkan, pengembangan agrowisata merupakan salah satu alternatif yang diharapkan mampu mendorong potensi ekonomi daerah.

“Salah satu potensi budidaya pertanian yang dapat dikembangkan menjadi agrowisata adalah lahan perkebunan,” sebutnya.

Selain itu kata Aswar, pengembangan industri agrowisata itu juga diharapkan mampu menunjang upaya-upaya pelestarian alam, kekayaan hayati dan kekayaan budaya bangsa.

Lokakarya agrowisata yang berlangsung di dataran tinggi Gayo itu selain dihadiri Bupati Nasaruddin, juga turut Kepala Dinas BPM Aceh Drs. H. T. Anwar, ZA, MSi, mewakili Kadis Pariwisata Aceh, Ketua Masyarakat Perlindungan Kopi Gayo (MPKG) Mustafa Ali dan beberapa ASN SKPA dan ASN SKPK Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Aceh Selatan.

Sumber : humas.acehtengahkab.go.id

 

Sosial

Sholat

Kota: Takengon
Lat: 4.62
Lng: 96.84