Mahkamah Syariah Aceh Diskusi Syariat Islam di Takengon

Kategori : Hukum Jumat, 27 Mei 2016

TAKENGON – Wilayah III Mahkamah Syariah Aceh melakukan diskusi tentang pelaksanaan Syariat Islam di Takengon Aceh Tengah.

Diskusi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang penegakan hukum dan peradilan terutama berkaitan dengan perkara hukum jinayat yang didasarkan pada Qanun Nomor 7 tahun 2013 dan Qanun Nomor 6 tahun 2014.

Kegiatan yang berlangsung selama 1 (satu) hari penuh itu berlangsung di gedung Oproom Setdakab Aceh Tengah, Kamis (26/5/2016) diikuti para hakim, panitra dan panitra muda dari Mahkamah Syariah Aceh Wilayah III masing-masing Mahkamah Syariah Takengon, Blangkejeren, Kutacane, Simpang Tiga Redelong Bener Meriah dan Biruen.

Wakil Bupati Aceh Tengah, Drs. H. Khairul Asmara yang membuka secara resmi kegiatan itu menyebutkan, pemberlakuan hukum jinayat di Provinsi Aceh didasarkan pada asas keislaman, legalitas, keadilan dan keseimbangan, kemaslahatan, perlindungan HAM dan pembelajaran kepada masyarakat (tadabbur).

“Kita akan terus mendukung pelaksanaan syariat Islam di Aceh khususnya di dataran tinggi tanoh Gayo sesuai dengan misi Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah,” ucapnya.

Menurut Khairul, hukum jinayat merupakan produk hukum yang efektif dalam menekan angka kejahatan di Provinsi Aceh. Karena itu katanya, yang harus dijaga adalah bagaimana pelaksanaan dilapangan agar tidak menimbulkan rasa ketidakadilan dan rasa kecewa bagi yang menjalaninya.

“Melalui forum diskusi ini kami berharap kepada para peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang qanun terkait yang mengatur pelaksanaan hukum jinayat di Provinsi Aceh sehingga tidak menimbulkan ketimpangan dalam pelaksanaanya,” tambah Khairul.

Sementara Ketua Mahkamah Syariah Aceh Dra. Hj. Rosmawardani, SH, MH menyebutkan, Mahkamah syariah saat ini terus menangani berbagai kasus sosial baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten/kota.

“Kita prihatin dengan kondisi sosial masyarakat kita saat ini hampir setiap kasus yang ditangani adalah kasus tindak kekerasan, pelecehan seksual, pemerkosaan dan kasus jinayat,” ujarnya.

Menurutnya, menyikapi kondisi ini pembekalan keluarga dengan nilai-nilai Islam merupakan hal terpenting yang harus diperhatikan.

“Kita harus berupaya keras agar pelaksanaan syariat Islam di Aceh dapat terwujud dan terlaksana dengan baik. Mari kita awali semua upaya ini dengan pribadi yang syariah,” demikian Rosma. (Mika)

Sumber : humas.acehtengahkab.go.id

 

Sosial

Sholat

Kota: Takengon
Lat: 4.62
Lng: 96.84