Doto Zaini: Kopi Gayo Aset Berharga Bagi Aceh

Kategori : Ekonomi Kamis, 19 Mei 2016

TAKENGON – Kopi Arabica Gayo dinilai Gubernur Aceh, Zaini Abdullah (Doto Zaini) sebagai aset berharga bagi Aceh, terutama ditinjau dari sisi sumber daya alam hayati.

Oleh karena itu, kopi Gayo menurutnya harus dijaga kelestarian dan kualitas dengan terus diupayakan menambah nilai jual untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kualitas Kopi Gayo harus dijaga, bukan hanya pengelolaan tapi juga sistem ekspor,” ujarnya ketika berbicara dihadapan peserta pengajian BKMT Kabupaten Bener Meriah, Rabu (18/05/2016) di Kampung Rikit Musara Kecamatan Permata.

Doto Zaini mensinyalir ada ketidakadilan selama ini, ketika kopi yang ditanam di Aceh, namun punya label Sumatera Utara karena sistem ekspor yang dinilai kurang menguntungkan petani maupun daerah produsen.

“Kita akan berupaya meningkatkan nilai tambah kopi petani dengan tidak langsung menjual dalam bentuk biji merah atau hijau, begitu juga sistem ekspor harus ada upaya yang lebih menguntungkan petani dan daerah produsen,” kata Doto Zaini.

Selain itu, Doto Zaini mengapresiasi upaya pemerintah daerah untuk mempromosikan Kopi Gayo seperti yang dilakukan oleh Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin yang berperan aktif dalam ekspo kopi dunia yang dilakukan oleh Specialty Coffee Association of Europe (SCAE) di Gothenburg- Swedia pada tahun 2015 lalu dan ekspo kopi dunia yang diselenggarakan oleh Specialty Coffee Association of America (SCAA) di Atlanta- USA pada bulan April 2016 lalu.

“Semakin gencarnya promosi Kopi Gayo kita harapkan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Zaini.

Wilayah dataran tinggi Gayo Provinsi Aceh saat ini merupakan produsen kopi Arabica kualitas ekspor dengan luasan tanam hingga 100 ribu hektar lebih dan diperkirakan mampu menghasilkan devisa mencapai Rp. 5 Triliun pertahun.(MK)

Sumber : humas.acehtengahkab.go.id

 

Sosial

Sholat

Kota: Takengon
Lat: 4.62
Lng: 96.84