Festival Kampung Kopi dan Kakao, Kopi Luwak Masih Jadi Kontroversi

Kategori : Event Jumat, 13 November 2015

Festival Kampung Kopi dan Kakao ke-2 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) telah berakhir pada 8 Nopember 2015. Banyak cerita suka duka oleh para petani yang mencuat, terutama pada hari pertama.

Adalah Yoga Basuki (40), seorang pelaku budidaya luwak asal kabupaten Kendal Jawa Tengah yang bercerita banyak tentang perjalanan bisnis kopi luwaknya.

Aan, sapaan akrabnya, mengatakan bahkan hingga saat ini banyak pihak yang masih mencibir keberadaan kopi luwak, mulai dari tokoh agama hingga aktivis pegiat lingkungan.

“Ada yang bilang kopi luwak haram karena merupakan kotoran hewan. Kita hargai pendapat seperti itu. Namun kita tidak bisa serta merta mencap label haram sebelum mengetahui lebih jelas”, ujarnya dalam sebuah sesi di Senayan, Sabtu, 7 Nopember 2015.

Menurutnya kopi luwak tidak bisa dicap haram begitu saja karena meski keluar lewat lubang kotoran namun warna, bentuk dan rasanya tidak mengalami perubahan.

Selain itu, masih Aan, para pegiat lingkungan juga acap kali memparmasalahkan keberadaan petani dan peternak luwak yang dianggap melakukan eksploitasi terhadap hewan.

“Ini tidak benar. Boleh dilihat langsung bagaimana kami memperlakukan hewan”, ujarnya.

Sepertinya Aan berusaha meyakinkan khalayak tentang kopi luwak yang aman dikonsumsi serta dalam produksinya sama sekali tidak terkait eksploitasi hewan seperti yang disinyalir banyak pihak. (Mark Fauzi)

Sumber : humas.acehtengahkab.go.id

 

 

Sosial

Sholat

Kota: Takengon
Lat: 4.62
Lng: 96.84