Ini "Bahayanya" Daging Impor Menurut Nasaruddin

Kategori : Peternakan Sabtu, 22 Agustus 2015

Masih kurangnya pasokan ternak lokal untuk memenuhi kebutuhan daging nasional, menyebabkan masih ada ketergantungan impor daging dari produsen luar negeri.

Realita ini mendapat tanggapan dari Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin, MM yang menilai "bahaya" jika ketergantungan impor tidak diantisipasi dengan menambah produksi ternak dalam negeri.

Diantara "bahaya" tersebut menurutnya tidak hanya dari sisi ekonomi soal besarnya biaya untuk mengimpor daging, tapi juga ada persoalan keyakinan.

"Berbicara tentang impor terutama daging, bukan hanya dari segi ekonominya rugi, berapa banyak biaya yang keluar untuk mendatangkan daging, tapi juga dari segi aqidah, belum ada yang menjamin daging yang diimpor sesuai dengan aqidah, karena memang rata-rata negara eksportir daging memiliki aqidah yang berbeda dengan kita," jelas Nasaruddin disela meninjau expo ternak ke 6 tingkat Provinsi Aceh, Jum'at (21/8) yang berlangsung di Takengon.

Belum lagi dari sisi kesehatan, menurutnya daging yang diimpor dan dikonsumsi itu, mungkin diproses beberapa hari atau bulan yang lalu. "Prosesnya pun meragukan kita, syukur-syukur disembelih, prosesnya ragu begitu juga tingkat higienisnya," kata Nasaruddin.

Besarnya "bahaya" atau kerugian kondisi daging impor tersebut, menurut Nasaruddin harus dimanfaatkan oleh masyarakat terutama yang berkecimpung di sektor peternakan untuk lebih giat dan termotivasi guna meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi ternak.

Expo ternak Aceh di Takengon berlangsung hingga 23 Agustus 2015 mendatang dan direncanakan ditutup oleh Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah. (MK)

Sumber : humas.acehtengahkab.go.id

 

Sosial

Sholat

Kota: Takengon
Lat: 4.62
Lng: 96.84